Home / Bisnis Update / Uber, Gojek, dan Grab Ajukan Poin Keberatan Soal Revisi Kemenhub

Uber, Gojek, dan Grab Ajukan Poin Keberatan Soal Revisi Kemenhub

bacabaca.org

Kementerian Perhubugan (Kemenhub) memberikan revisi terkait  dengan peraturan sistem operasional Taksi Online seperti Uber, Gojek, dan Grab.

Ada total 11 poin revisi yang Kemenhub ajukan. Saat ini revisi tersebut sudah sampai tahap uji publik dan akan segera diterapkan dalam waktu dekat ini.

Terkait dengan revisi itu, tiga perusahaan penyedia layanan transportasi online yaitu Uber, Gojek, dan Grab sepakat mengeluarkan pernyataan bersama.

Dalam pernyataan tersebut terdapat poin-poin yang mereka setujui dan ada juga poin yang memberikan keberatan.

Poin Keberatan Penyedia Transportasi Online

Ada 3 poin yang memicu keberatan bagi penyedia transportasi online, mereka menilai bahwa poin-poin ini akan menghambat ekosistem transportasi online yang ada di Indonesia.

Poin Pertama dalam keberatan adalah mengenai pembatasan jumlah armada tranportasi online di suatu daerah.

Menurut revisi Kemenhub bahwa kuota armada online harus disesuaikan dengan kebutuhan di daerah operasional armada tersebut, dan yang menentukan batas ini adalah Pemerintahan Daerah setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Perusahaan Penyedia Layanan Transportasi Online.

bacabaca.org

“Kami berpendapat hal tersebut tidak sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan berbasis teknologi. Kami percaya bahwa kuota jumlah kendaraan, baik pengguna aplikasi mobilitas maupun konvensional, tidak perlu dibatasi karena berpotensi menghadirkan iklim bisnis yang tidak kompetitif,” demikian disebutkan dalam surat bersama itu.

Poin Kedua adalah mengenai pemberlakuan tarif batas bawah dan batas atas untuk transportasi online.

Dalam revisi, penentuan tarif batas atas dan batas bawah diserahkan pada pemerintah daerah setelah sebelumnya menampung aspirasi dari pengusaha angkutan kota dan penyedia layanan transportasi online.

Penyedia transportasi online tidak menghendaki adanya intervensi tarif oleh pemerintah. Menurut mereka hal ini hanya akan membuat para pelanggan transportasi online harus membayar lebih dari yang mereka butuhkan.

Mereka berpendat bahwa dengan teknologi, sistem perhitungan tarif menjadi sangat akurat dan tidak perlu lagi ada intervensi dari pemerintah.

Poin ketiga atau terakhir dari keberatan ini adalah kewajiban kendaraan tranportasi online untuk terdaftar atas nama badan hukum atau koperasi.

Dengan peraturan ini maka para pengemudi yang menjadi mitra perusahaan transportasi online untuk memindahkan kendaraan miliknya kepada badan hukum atau koperasi.

“Ini berarti mitra-pengemudi wajib mengalihkan kepemilikan kendaraan kepada badan hukum/koperasi pemegang izin penyelenggaraan angkutan. Tanpa melakukan balik nama, mitra-pengemudi kehilangan kesempatan untuk memberikan jasanya kepada para konsumen,” demikian tertulis dalam pernyataan bersama ketiga perusahaan.

Hal ini menurut mereka malah merampas kesempatan mitra pengemudi untuk bisa memiliki kendaraan sendiri dan memberikan hak atas aset mereka kepada koperasi.

Hal ini yang justru malah tidak sesua dengan prinsip koperasi itu sendiri. Lebih lanjut, prinsip ini juga tidak sesuai dengan prinsip ekonomi kerakyatan.

Selain poin keberatan tersebut, ketiga layanan transportasi online ini setuju dengan poin-poin lain yang terdapat dalam revisi Kemenhub. Mereka malah berjanji akan mempermudah pelaksanaan poin-poin tersebut.

Salah satu poin yang diterima adalah soal rencananya pengaturan uji berkala kendaraan bermotor (KIR) dengan pemberian pelat berembos (tanda khusus). Poin ini disepakati karena memang berfungsi memastikan kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Pada akhirnya ketiga perusahaan ini meminta perpanjangan masa tenggang dalam pemberlakuan revisi untuk peraturan ini selama sembilan bulan dan meminta pemerintah mempertimbangkan kembali mengenai dampak ayang akan ditimbulkannya bagi pelanggan maupun mitra transportasi online.

About Fadli Rahmat

Check Also

GO-JEK x BLUE BIRD : Peluncuran Fitur Go-Bluebird pada aplikasi Go-Jek

Dua perusahaan transportasi terbesar di Indonesia yaitu Go-Jek dan Bluebird akhirnya mengumumkan kerja sama yaitu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *