Home / Panduan Bisnis / Menciptakan ide bisnis dengan cara memanfaatkan skill yang dimiliki

Menciptakan ide bisnis dengan cara memanfaatkan skill yang dimiliki

Pixabay

Semua orang yang terlahir di dunia ini pasti memiliki keahlian dan bakat. Entah keahlain dan bakat itu terpendam atau tidak.

Sebagai anugerah yang diberikan oleh Yang Maha Pencipta, kita harus bisa memanfaatkan skill yang dimiliki untuk hal-hal yang positif. Salah satunya kamu bisa memanfaatkan skill yang kamu miliki untuk membangun sebuah bisnis.

Skill

Sebelum saya menjelaskan mengenai bagaimana cara menciptakan ide bisnis dengan memanfaatkan skill yang dimiliki, saya akan menjelaskan apa itu skill telebih dahulu.

Sebenarnya skill adalah bahasa inggris dari kemampuan, tapi skill sudah cukup umum untuk disebutkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi saya akan menggunakan “skill”.

Dikutip dari wikipedia, skill adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu kerjaan.

Kemudian, menurut Robbins, skill dibagi menjadi 4. Yaitu:

  1. Basic Literacy Skill: Keahlian dasar yang sudah pasti harus dimiliki oleh setiap orang seperti membaca, menulis, berhitung serta mendengarkan.
  2. Technical Skill: Keahlian secara teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang teknik seperti mengoperasikan komputer dan alat digital lainnya.
  3. Interpersonal Skill: Keahlian setiap orang dalam melakukan komunikasi satu sama lain seperti mendengarkan seseorang, memberi pendapat dan bekerja secara tim.
  4. Problem Solving: Keahlian seseorang dalam memecahkan masalah dengan menggunakan loginya.

Namun, biasanya kita membagi skill tersebut menjadi soft skill dan hard skill.

  1. Soft skill : Karakter dan kecerdasan emosional yang dimiliki dalam berperilaku serta berkomunikasi dengan seseorang. Contoh dari soft skill adalah komunikasi, motivasi, leadership, attitude, dan lainnya.
  2. Hard skill : Kemampuan spesifik yang bisa diajarkan dan mudah untuk diukur tingkat keahliannya. Contoh dari hard skill adalah memasak, membuat desain, bermain basket, dan lainnya.

Skill untuk ide bisnis

Setelah menjelaskan mengenai apa itu skill, sekarang saya akan menjelaskan bagaimana skill menjadi sebuah ide.

Dari penjelasan mengenai skill, tadi saya menyebutkan secara umum skill itu dibagi dua yaitu soft skill dan hard skill. Nah, untuk menciptakan sebuah ide bisnis, kita bisa menggunakan hard skill yang kita miliki untuk menentukan sebuah ide bisnis.

Dengan hard skill kita bisa menciptakan sebuah barang atau membuka sebuah jasa.

Apakah soft skill tidak bermanfaat untuk bisnis ? Sangat bermanfaat !

Soft skill akan digunakan untuk pengembangan bisnis kita. Soft skill bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan customer, kerja sama dengan partner, merencanakan pengembangan bisnis, dan lainnya.

Tapi, untuk tahap ide bisnis, skill yang diutamakan adalah hard skill.

Bagaimana skill menjadi sebuah ide bisnis yang matang

Cari skill yang dikuasai

Skill adalah sesuatu yang unik. Setiap orang pasti memiliki skill yang berbeda. Kamu harus mencari tahu skill apa yang sebenarnya kamu miliki.

Ada orang yang sudah sadar akan skill yang dimilikinya. Ada juga orang yang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki skill yang bisa dimanfaatkan.

Ada beberapa cara untuk mengetahui skill apa yang dimiliki oleh diri kita.

Pertama, ketika kamu membuat atau melakukan sesuatu, benda yang kalian hasilkan mendapatkan pujian dari orang disekitar kamu. Contoh, kamu membuat suatu poster menggunakan photoshop untuk kegiatan di kampus/sekolah. Beberapa dari teman kalian memuji bahwa poster yang kamu buat desainnya bagus. Sudah bisa dipastikan, kamu memiliki keahlian di bidang desain grafis.

Kedua, hobi yang kamu gemari bisa berhubungan dengan skill yang kamu punya. Contoh, hobi kamu memasak. Karena hobi kamu memasak, pasti minimal 1 minggu sekali kamu akan memasak sebuah makanan. Kamu akan rutin melakukan aktivitas memasak. Apabila dilakukan secara rutin dan berkali-kali, skill memasak kamu akan meningkat. Dengan begitu memasak bisa mejadi skill yang kalian miliki.

Selain dua cara diatas, masih banyak cara lain untuk mengetahui apa skill yang kamu miliki. Atau mungkin, tanpa mencari, kamu sudah tau skill apa yang kamu miliki.

Research sederhana

Kamu harus melakukan research terlebih dahulu untuk mematangkan ide bisnis yang kamu punya. Bagaimana caranya ?

Sebagai contoh, kamu memiliki kemampuan untuk memasak gorengan. Kamu coba untuk melakukan reseach sesuai dengan skill yang kamu miliki.

Kamu bisa bertanya ke orang-orang di sekitar kamu mengenai bisnis gorengan sebagai research sederhana. Pertanyaan yang bisa ditanyakan adalah:

  1. Dalam seminggu, berapa kali kalian membeli gorengan ?
  2. Berapa uang yang kalian keluarkan untuk membeli gorengan ?
  3. Pada saat kapan kalian membeli gorengan ?
  4. Apakah ada keluhan mengenai gorengan yang sekarang dijual di pasaran?
  5. Apa yang kalian harapkan untuk sebuah gorengan ?

Dengan research sederhana tersebut, kita bisa mengetahui beberapa hal yang bisa menunjang dalam mematangkan ide bisnis. Hal-hal tersebut adalah:

  1. Seberapa sering orang membeli sebuah gorengan.
  2. Kemampuan seseorang membeli sebuah gorengan.
  3. Waktu yang paling sering untuk membeli gorengan.
  4. Permasalahan seseorang terhadap sebuah gorengan yang kita bisa pecahkan.
  5. Harapan seseorang terhadap sebuah gorengan yang bisa kita penuhi.

Kamu bisa tanya pertanyaan-pertanyaan tersebut ke 10 orang atau lebih. Makin banyak data making bagus. Tapi, usahakan tanyakan pertanyaan tersebut kepada orang yang memiliki kesamaan yang sama (misal: anak sekolah).

Hal tersebut untuk memudahkan kalian dalam mengolah data yang didapat. Akan lebih baik, kamu melakukan research ke calon target market dari bisnis kamu.

Sumber daya pendukung

Saat kita akan membangun sebuah bisnis, kita harus memiliki sumber daya pendukung untuk menunjang aktivitas bisnis kita.

Kamu harus menyesuaikan ide bisnis yang ingin kamu bangun dengan sumber daya yang kamu miliki.

Contoh seperti dibagian sebelumnya, kamu ingin membangun sebuah bisnis gorengan. Sumber daya yang harus kamu miliki adalah penggorengan, juru masak, dan lainnya.

Tiap bisnis memiliki kebutuhan sumber daya yang berbeda. Bahkan, bisnis yang memiliki jenis yang sama bisa saja memiliki sumber daya yang berbeda.

Namun, jangan buat keterbatasan sumber daya menjadi penghambat kamu dalam menentukan ide bisnis. Sumber daya bisa kita dapatkan dari mana saja.

Validasi ide

Lagkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah validasi ide. Validasi ide adalah salah satu langkah yang sangat penting. Karena, dengan melakukan validasi kita bisa tahu produk apa yang calon customer kita suka.

Bagaimana cara melakukan validasi ?

Kamu bisa membuat prototype dari produk kalian untuk melakukan validasi ide.

Setelah mendapatkan ide produk yang didapatkan dari pengolahan data research, kamu bisa membuat prototype produk dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.

Misal:

Dari research yang kamu lakukan, kamu mendapatkan kesimpulan bahwa orang-orang meyukai gorengan yang ukurannya tidak terlalu besar, memiliki harga 1000 rupiah, dan tidak berminyak.

Kamu bisa membuat prototype dari gorengan tersebut. Membuat gorengan yang tidak terlalu besar, harga jual 1000 rupiah, tidak berminyak.

Setelah membuat gorengan tersebut, kamu bisa menghubungi orang-orang yang kamu sudah wawancara sebelumnya untuk mencoba gorengan yang kamu buat.

Setelah itu catat semua komentar dari orang-orang yang mencoba gorengan kamu tersebut.

Apabila semua komentar yang diberikan hasilnya positif, kamu bisa melanjutkan ketahap selanjutnya. Namun apabila masih ada komentar yang belum puas, improve lagi produk yang kamu buat.

Lebih banyak komentar yang belum puas, akan lebih baik. Kenapa ? karena kamu bisa banyak mendapatkan masukan untuk pengembangan produk yang kamu buat.

Jangan menyerah untuk melakukan validasi, terus improve produk yang kamu buat hingga semua orang puas dengan produk yang kamu buat.

Planning

Setelah selesai melakukan validasi, langkah selanjutnya adalah matangkan konsep dan planning.

Kita bisa menggunakan bisnis plan atau bisnis model canvas dalam melakukann planning bisnis.

Namun, untuk ditahap ide bisnis kalian bisa gunakan bisnis model canvas atau perencanaan sederhana.

Aspek yang harus ada di dalam perencanaan adalah:

  1. Perencanaan keuangan
  2. Daftar sumber daya / operasional yang dibutuhkan
  3. Strategi pemasaran
  4. Analisis kompetitor
  5. Strategi manajemen
  6. Rencana pengembangan usaha

Apabila kalian menggunakan bisnis model canvas, aspek yang harus ada adalah:

  1. Customer segment
  2. Value proporsition
  3. Channels
  4. Customer relationsip
  5. Key activities
  6. Key resources
  7. Key partners
  8. Cost structure
  9. Revenue stream

Dengan membuat perencanaan bisnis, kita bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan,  agar bisnis kita berjalan dengan semestinya.

Eksekusi

Setelah selesai melakukan tahapan-tahapan diatas, kamu bisa mengeksekusi ide bisnis yang kamu dapatkan.

Apabila kamu melakukan tahap-tahapan diatas dengan baik dan benar, probability kegagalan bisnis  yang kamu bangun akan lebih kecil.

Karena kamu sudah melakukan persiapan yang matang dalam menciptakan sebuah ide bisnis yang siap untuk dieksekusi.

Seperti ibarat terjun payung, apa bila kamu melakukan persiapan yang matang seperti  sudah mempelajari medan, melakukan pengecekan untuk parasut, pasti terjun payung yang kamu lakukan akan memiliki potensi kegagalan yang sangat kecil dan berhasil melakukan terjun payung dengan selamat.

Apabila kamu tidak melakukan persiapan matang, hasilnya akan mejadi sebaliknya. Kamu tidak mempelajari medan, tidak melakukan pengecekan parasut terlebih dahulu. Bisa dipastikan, kemungkinan kegagalan dalam melakukan terjun payung akan kamu alami meningkat.

 

About Alfhi Nuri

Mahasiswa bisnis yang sedang berkuliah. Ingin menjadi seorang konsultan di masa yang akan datang.

Check Also

Panduan memanfaatkan Instagram untuk bisnis (pendahuluan)

Bab 0 : Pendahuluan Indonesia memiliki jumlah pengguna internet sekitar 130  juta orang. Banyak sekali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *