Home / Artikel Bisnis / Tutorial Menghitung Harga Pokok Produksi

Tutorial Menghitung Harga Pokok Produksi

Hallo Wirusians..

Bagi kalian yang sudah mulai membangun bisnis, masalah yang biasanya kalian temui paling sering adalah masalah keuangan.

Mulai dari omzet yang tidak mencapai target, beban produksi yang melebihi batas, sampai perusahaan yang ternyata mengalami kerugian.

Nah salah satu hal yang krusial bagi seorang pengusaha adalah mengetahui berapa harga pokok produksi produknya.

Mengapa hal ini penting? Karena dengan mengetahui harga pokok produksi, kita bisa menentukan strategi apa yang akan kita gunakan seperti menentukan harga produk, menentukan target penjualan, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu kali ini kami akan mencoba untuk menjelaskan tentang bagaimana caranya untuk menghitung harga pokok produksi untuk produk yang kita jual.

Untuk menghitung harga pokok produksi kita harus melakukan beberapa langkah di bawah ini :

1.Membuat List Bahan

Langkah pertama untuk mengitung harga pokok produksi adalah dengan cara membuat list bahan. Kita harus melakukan list mengenai bahan-bahan produk kita, jangan ada yang terlewat sekecil apapun.

Jika ada bahan yang terlewat karena hal itu akan membuat perhitungan kita tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

2. Hitung Takaran Setiap Bahan

Setelah itu kita hitung berapa jumlah atau takaran setiap bahan yang digunakan untuk membuat produk kita, menghitung jumlah atau takaran ini sangat penting dan cukup sulit.

Kita harus menghitung takaran bahan untuk satu produk.

Sekedar tips, untuk menghitung jumlah atau takaran dengan baik kita harus memproduksi produk kita dalam jumlah yang besar (jangan satuan), biasa puluhan bahkan lebih baik ratusan tergantung produknya.

Lalu kita hitung berapa jumlah atau takaran yang kita gunakan, bisa dengan cara mengurangkan bahan sisa setelah kita melakukan proses produksi dengan bahan awal sebeum kita melakukan proses produksi.

Nah setelah kita tahu berapa jumlah yang kita gunakan, kita hitung berapa rata-rata bahan yang kita gunakan untuk satu produk.

Nilai rata-rata inilah yang kita pakai sebagain nilai jumlah atau takaran untuk satu produk.

3. Menentukan harga untuk setiap bahan

Setelah itu kita tentukan harga untuk bahan yang kita gunakan tersebut, harga ini harus merupakan harga yang asli dengan tidak ditambah-tambah lagi.

Kecuali untuk harga yang memang mengalami fluktuasi kita bisa menggunakan harga rata-rata selama satu bulan atau satu tahun sebelumnya.

Lalu cari harga yang sesuai dengan kebutuhan kita, caranya hanya dengan mengalikan harga satuan dipasaran dengan berapa bagian yang kita perlukan.

Contoh salah satu bahan kita adalah cabai (untuk perusahaan kuliner), harga rata-rata cabai satu bulan yang lalu adalah Rp. 120.000, kita butuh cabai sebanyak satu ons yang berarti 0.1 kg, jadi harga bahan yang sesuai kebutuhan produksi kita adalah Rp. 12.000. Begitu seterusnya.

4. Tambahkan semua harga bahan yang dibutuhkan

Setelah mempunyai daftar harga untuk semua bahan, kita hanya perlu untuk menjumlahkan semua harga bahan yang kita perlukan tersebut.

Hasil penjumlahan inilah yang nantinya bisa disebut sebagai harga pokok produksi dari produk yang akan kita jual.

Kita bisa menggunakan harga pokok produksi ini sebagai dasar dalam membuat strategi untuk perusahaan kita.

Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah harga pokok produksi yang sudah kita buat harus senantiasa kita update.

Hal ini dikarenakan memang harga bahan-bahan yang kita butuhkan tidak berlaku untuk selamanya. Kita bisa meng-update data ini setiap satu bulan atau satu tahun (tergantung jenis produknya).

Terlebih ketika ada bahan untuk produk kita yang mengalami perubahan harga secara signifikan, ketika itu terjadi, kita harus sesegera mungkin untuk meng-update data yang kita punya.

Sekian dulu ya tutorial dari kami. Tunggu saja tutorial kami yang berikutnya…

About Fadli Rahmat

Check Also

Hampir Semua Startup Gagal saat Pertama Kali Launching

Apakah sekarang kalian sedang merintis sebuah startup ? Hati-hati aja berujung dengan kegagalan. Banyak startup …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *