Home / Bisnis Update / Revisi Kemenhub Tentang Peraturan Transportasi Online

Revisi Kemenhub Tentang Peraturan Transportasi Online


Setelah beberapa pekan lalu berita-berita di Indonesia di ramaikan oleh sejumlah aksi bentrokan antara supir angkot dan supir taksi online, saat ini Kementrian Perhubungan sedang melakukan kajian terkait revisi peraturan untuk taksi online.

Kemetrian Perhubungan saat ini sedang melakukan uji publik atas revisi peraturan terkait dengan pengoperasian layanan mobil on demand (Taksi Online) yaitu Gojek, Grab, dan Uber. Aturan terkait yang akan direvisi di sini adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Dalam revisi tersebut ada beberapa poin penting mengenai peraturan yang akan resmi di sahkan pada tanggal 1 April 2017 ini. Berikut ini adalah poin-poin yang sudah kami rangkum untuk anda,

1. Angkutan Sewa Umum dan Angkutan Sewa Khusus

Kemenhub memberikan revsi mengenai makna dari angkutan sewa dari yang sebelumnya didefinisikan sebagai pelayanan angkutan dari pintu ke pintu yang disediakan dengan cara menyewa kendaraan dengan atau tanpa pengemudi menjadi “angkutan dari pintu ke pintu yang disediakan dengan cara menyewa kendaraan”.

Selanjutnya kemenhud menklasifikasikan angkutan sewa tersebut menjadi dua, yaitu angkutan sewa umum dan angkutan sewa khusus. Angkutan sewa umum memiliki definisi sebagai pelayanan angkutan dari pintu ke pintu yang disediakan dengan cara menyewa kendaraan dengan atau tanpa pengemudi melalui cara borongan berdasarkan jangka waktu tertentu, sedangkan angkutan sewa khusus didefinisikan sebagai pelayanan angkutan dari pintu ke pintu yang wilayah operasinya dalam kawasan perkotaan, disediakan dengan cara menyewa kendaraan dengan pengemudi, dan pemesanannya menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi.

Dengan definisi baru tersebut maka Gojek, Grab dan Uber termasuk ke dalam jenis angkutan sewa khusus.

2. Tarif dalam angkutan sewa khusus

Tarif angkutan sewa khusus tertera pada aplikasi berbasis teknologi informasi dan sesuai dengan perjanjian antara pengguna jasa dan perusahaan angkutan. Namun, Kemenhub berencana pengeluarkan peraturan untuk batas bawah dan batas atas pada tarif ini. Penentuan batas bawah dan batas atas dari tarif ini diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintahan Daerah (Pemda) setempat setelah sebelumnya sudah terlebih dahulu menampung aspirasi dari pengusaha angkutan kota (angkot) dan para mitra transportasi online.

3. Kuota Jumlah Kendaraan

Menurut revisi, jumlah kendaraan dari angkutan transportasi khususpun akan dibatasi sesuai dengan kebutuhan setempat. Kapasitas jumlah mobil angkutan sewa khusus ini akan ditetapkan oleh Pemda setempat dan akan dievaluasi secara berkala setiap tahun.

4. STNK Berbadan Hukum

Menurut peraturan lama STNK mitra pengemudi transportasi online diwajibkan atas nama perusahaan, tetapi menurut revisi, STNK dari para pengemudi ini harus beratasnamakan badan hukum. Jika pengemudi terlanjur memiliki STNK dengan nama perseorangan, maka hal ini diperbolehkan sampai masa berlaku STNK pengemudi habis.

5. Kapasitas Mesin Kendaraan

Melalui revisi ini batas minimum kapasitas silinder adalah menjadi 1.000 cc setelah sebelumnya batas minimum kapasitas silinder yang diperbolehkan adalah 1.200 cc. Revisi ini diambil setelah kemenhub mempertimbangan saran dari para mitra pengemudi transportasi online yang menginginkan hal tersebut. Sementara batas untuk minimal kapasitas silinder untuk angkutan sewa umum adalah 1.300 cc.

6. Akses Dashboard

Revisi ini merupakan peraturan yang baru dibuat setelah mendapatkan masukan dari Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh penyedia angkutan berbasis aplikasi online kepada pemerintah. Penyedia aplikasi berbasis online wajib memberikan akses kepada pemerintah untuk dapat memantau operasional pelayanan angkutan sehingga pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pembinaan operasional angkutan untuk transportasi online.

Sekian poin-poin penting revisi dari peraturan mengenai angkutan umum berbasis aplikasi online yang berhasil kami rangkum. Semoga konflik antara dalam angkutan umum bisa mereka dan situasi menjadi lebih kondusif lagi.

About Fadli Rahmat

Check Also

Uber, Gojek, dan Grab Ajukan Poin Keberatan Soal Revisi Kemenhub

Kementerian Perhubugan (Kemenhub) memberikan revisi terkait  dengan peraturan sistem operasional Taksi Online seperti Uber, Gojek, …

One comment

  1. Hey there I am so thrilled I found your blog page, I really found you by accident, while I was looking on Askjeeve for
    something else, Anyhow I am here now and would just like to say many thanks for a fantastic post and a all round exciting blog (I also love the
    theme/design), I don’t have time to read it all at
    the minute but I have saved it and also added your RSS feeds,
    so when I have time I will be back to read a great deal more, Please do
    keep up the fantastic b.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *